TANGSELNEWS.ID — Malam yang tenang di sebuah bangunan ruko kawasan Sawah Baru, Ciputat, mendadak berubah menjadi kepanikan. Seorang wanita berinisial ES, yang sehari-hari beraktivitas di ruko yang difungsikan sebagai daycare, baby spa, sekaligus mes bidan tersebut, tiba-tiba menyadari dirinya terkurung dari luar.
Kurang lebih dua jam, ES terjebak di lantai dua tanpa bisa keluar, hingga akhirnya aksi penyelamatan dramatis dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dari kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.
Peristiwa ini bermula pada Senin (20/7) malam. Seorang pria berinisial M, yang merupakan pasangan korban, langsung menghubungi polisi. Laporannya dugaan penyekapan yang berlatar belakang masalah sewa tempat itu segera direspons oleh Polsek Ciputat Timur.
Tidak lama berselang, polisi tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB, kondisi ruko sudah terkunci rapat dari luar. Melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk dibuka secara normal, polisi bergerak cepat berkoordinasi dengan Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang Selatan.
Proses evakuasi pun berlangsung menegangkan. Petugas harus membentangkan tangga penyelamat menuju lantai dua bangunan untuk mengeluarkan ES. Tepat pukul 22.08 WIB, korban akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa cedera.
Teka-Teki Gembok yang Terkunci Sendiri
Meski korban berhasil diselamatkan, peristiwa ini meninggalkan sejumlah kejanggalan yang menyita perhatian polisi.
“Gembok yang digunakan adalah milik daycare tersebut, namun anehnya gembok dikunci dari luar sedangkan kunci gembok berada di dalam bangunan,” ungkap Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq,saat berada di lokasi kejadian.
Fakta ini memunculkan teka-teki, siapa yang mengunci gembok tersebut dari luar jika kuncinya berada di dalam? Baik korban maupun saksi di lokasi mengaku tidak melihat sosok pelaku yang mengunci ruko tersebut.
Barang Berharga Tertinggal, Polisi Usut Motif Pemilik Ruko
Pasca evakuasi, ES terpaksa meninggalkan sejumlah barang berharga miliknya di dalam ruko karena masih terpasang garis polisi.
Satu unit sepeda motor, laptop, tablet, televisi, pakaian, hingga dokumen-dokumen penting milik perusahaan dan pribadi korban masih tertahan di dalam lokasi ruko. Guna mengurai benang kusut insiden yang sempat menggemparkan warga sekitar ini, pihak kepolisian kini membidik pemilik bangunan.
“Hari ini, piket Reskrim akan memanggil pemilik daycare tersebut untuk dapat menjelaskan permasalahan yang sempat membuat gaduh di masyarakat,” tegas Kompol Bambang.
Penyelidikan kini difokuskan untuk mengungkap motif utama di balik aksi penguncian misterius ini, termasuk mendalami dugaan perselisihan sewa-menyewa tempat yang menjadi akar masalah.
